Perang Dayak Dan Madura !!hot!! – Confirmed

Kedua belah pihak akhirnya menyepakati ikrar perdamaian melalui upacara adat demi mengakhiri pertumpahan darah.

West Kalimantan, Indonesia Period: December 1996 – February 2001 (Peak: Sampit 2001) perang dayak dan madura

Hanya dalam waktu tiga bulan (Februari–April 2001), lebih dari 500 orang Madura tewas, dan mengungsi massal keluar Kalimantan. Mereka berbaris beratus-ratus kilometer menuju bandara atau pelabuhan, sementara tentara dan polisi yang kalah jumlah hanya mampu mengevakuasi, bukan menghentikan pembantaian. : Large groups of Dayak people besieged Madurese settlements

: Large groups of Dayak people besieged Madurese settlements. The conflict resulted in the death of 500 to 1,500 people. Reports include brutal tactics such as beheadings, with at least 100 victims killed in this manner. Konflik antara suku Dayak dan suku Madura dipicu

Konflik antara suku Dayak dan suku Madura dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:

Setelah reformasi 1998, kekuasaan pusat melemah. Informasi mengalir bebas. Di sinilah mencapai puncak teror.

Penyebab utama konflik antara suku Dayak dan Madura di Sampit adalah persaingan ekonomi dan perebutan sumber daya alam. Suku Madura banyak yang bekerja sebagai transmigran dan memiliki usaha-usaha kecil, sedangkan suku Dayak memiliki hak ulayat atas tanah di daerah tersebut.