VoCore is open hardware and runs Linux(OpenWrt). It has 128MB DDR, WIFI, USB, UART, SDXC, I2C, SPI, 20+ GPIOs but only one inch square(25.8mm). It will help you to make a smart house, study embedded system or even make the tiniest router in the world.
You will not only get the VoCore but also its hardware design including schematic, circuit board, bill of materials and source code of all applications. You are able to control EVERY BIT of your VoCore.
We invite you join us, help our community improve this open source hardware and use your creative skills to make a more wonderful Internet of Things!


Tiny Size: One square inch, easy to embed to devices.
OpenWrt: Easy to code; super stable, three years no reboot.
Low Cost: low cost, less than 1watt, unmatched performance.
Interfaces: Hardware support USB, Ethernet, SD, I2C, SPI etc.
OpenSource: Both software and hardware, totally FREE
Long Life: Keep production over 10 years, fast email support.
First, the jilbab. It's typically a modest Islamic headscarf. People wear it for religious reasons, but also for personal expression and comfort. The pleasure from wearing it could be about feeling confident, connected to faith, or cultural pride.
Ada sesuatu yang memang tak bisa dijelaskan dengan kata‑kata biasa ketika kamu berinteraksi dengan seorang perempuan yang sekaligus menawan, pintar, dan berpenampilan modest. Aku ingin berbagi sedikit rasa yang kurasakan saat “sepongan” (godaan ringan) dari seorang cewek yang selalu memakai jilbab dan kacamata—sosok yang tak hanya cantik secara fisik, tapi juga memancarkan kepercayaan diri dan kecerdasan. First, the jilbab
Nikmatnya bukan hanya pada kata-kata yang diucapkan, melainkan pada bagaimana kata itu disampaikan: nada suara, senyuman yang tersembunyi di balik kacamata, dan rasa aman yang terbangun dari kebersamaan. The pleasure from wearing it could be about
Istilah "Indo18patched" dapat diinterpretasikan sebagai subkultur muda Indonesia (usia 18 tahun atau generasi kelahiran sekitar tahun 2005) yang menyukai gaya berpakaian patched (berlapis tambalan) dengan nuansa khas lokal. Tambalan dalam pakaian ini bukan sekadar aksesori, tetapi bentuk seni perlawanan terhadap homogenitas fashion dan cara menunjukkan kisah hidup—misalnya, simbol-simbol yang mencerminkan nilai-nilai pribadi atau komunitas. Nikmat yang dirasakan adalah kebebasan untuk menyulam jiwa dalam pakaian, menggabungkan tradisi ( jilbab ) dengan elemen kontemporer ( patched ). senyuman yang tersembunyi di balik kacamata